Positif Covid-19, ini yang Saya Lakukan

Akhir Juni lalu kami sekeluarga dapat giliran disambangi Covid-19. Saat angka penderita sedang tinggi-tingginya per 7 hari hampir 18.000 kasus. Rumah Sakit pun sudah kewalahan menampung pasien dengan kasus ini.

Sempat tidak percaya positif covid, bukan tidak ketat protokol kesehatan kami. Masker selalu on saat diluar rumah, menjaga jarak saat berada di tempat umum, menghindar dari kerumunan, sepulangnya kerumah langsung bersih-bersih badan. Saya termasuk yang jarang keluar rumah, paling satu kali dalam seminggu untuk ke pasar dan tiga kali seminggu untuk jogging setelah subuh, masih sepi dong. Memang Pak suami masih berkerja dari kantor sebelum pemberlakuan PPKM (Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) 3 Juli lalu. Tapi ya itu, kecolongan istilahnya, pasti ada celah untuk virus masuk ketubuh.

Gejala yang Muncul

Tentunya gejala yang muncul akan berbeda-beda pada setiap orang. Saya merasakan badan mulai tidak enak kalau orang di Indonesia biasa bilang meriang. Sakit kepala, badan terasa sakit nyeri di sekujur tubuh, lemas, ada rasa tidak nyaman di pangkal hidung hingga ke tenggorokan, tapi tidak batuk tidak juga pilek. 

Gejala ringan saya rasakan sejak tanggal 24 Juni 2021, lalu semakin berat setelah 3 hari berikutnya. Terasa demam namun saat di ukur suhunya hanya berkisar 36.8 - 37.2 derajat celcius. Muncul batuk kering, lambat laun kehilangan indra penciuman (Anosmia) dan perasa.

Badan saya terasa sangat lemas, sempat curiga ini gejala Demam berdarah Dengue (DBD), karena tahun lalu sempat kena gejalanya hampir mirip. Dari artikel di klik dokter kondisi tubuh lemas (asthenia) bisa merupakan salah satu gejala adanya infeksi dalam tubuh seperti infeksi saluran kemih, infeksi saluran pernapasan.

Setelah 5 hari menunjukan gejala akhirnya saya, suami dan anak usia 6 tahun melakukan tes swab antigen. Hasilnya positif saya dan anak sedangkan suami negatif. Sehari setelah tes, suami mengalami gejala sedang demam tinggi  hingga 39 derajat celcius, sakit kepala, nyeri badan bagian belakang, mual, batuk, nyeri dada dan mata merah.

Dikutip dari kompas.com seseorang yang terpapar virus corona akan mendapatkan hasil positif, jika dites sekitar tiga hingga lima hari setelah tertular. Dengan kata lain jika tanggal 29 Suami dites sehari setelah terpapar virus corona, maka peluang hasil tes negatif sangat tinggi, walau kemungkinan besar suami telah terinfeksi. Akhirnya suami melakukan test PCR tanggal 3 juli 2021 dan hasilnya positif dengan nilai CT 14%. 

 


Saya Lakukan ini Setelah Terkonfirmasi Positif

Tak dipungkiri ada rasa kalut ketika sesorang dinyatakan positif Covid-19, mengingat penyakit ini cukup ditakuti dan dapat menyebabkan kematian jika virus telah menginfeksi sel seseorang.

Pertama yang saya lakukan adalah tarik napas dalam lalu hembus hingga beberapa kali hingga tenang. Yakinkan dalam hati  penyakit ini dari Allah, mohon kesembuhan pada-NYA, coba untuk ikhlas menerima. Fokuskan pada usaha penyembuhan dengan obat-obatan, makanan, istirahat dan yang terpenting afirmasi positif pada diri.

Lapor Satgas Setempat

Begitu dapat hasil swab antigen kami lapor ke pak RT, nantinya pak RT akan berkoordinasi dengan RW. Selain itu lapor ke Puskesmas setempat hal ini penting ketika gejala semakin parah kita bisa merujuk ke Puskesmas untuk pertolongan pertama. Selain itu penting untuk pendataan kasus Covid-19.

Memang respon saat itu tidak seperti yang kami harapkan, cepat dan tepat sasaran. Hal ini dikarenakan kasus yang sedang tinggi dan keterbatasan fasilitas pemerintah dan tenaga kesehatan. Jika belum ada respon pastikan setiap hari melakukan update info baik ke Pak RT maupun Puskesmas. Bagi penderita ada baiknya melakukan test PCR secara mandiri di klinik atau Rumah Sakit terdekat untuk memastikan.

Teman dan kerabat menyarankan pengobatan dari berbagai pihak termasuk mendapatkan paket obat isoman dari Kemenkes. Bisa saja membeli sendiri obatnya dengan konsultasi dokter terlebih dulu. Namun selain harga yang lumayan mahal diatas 200 ribu rupiah untuk 10 kapsul antivirus ketersediaannya belum tentu ada. 

Melalui aplikasi telemedicine paket obat isoman bantuan dari pemerintah bisa didapat sayang waktunya terlalu lama 3 hari setelah lapor. Tetapi untuk saat ini respon dari satgas dan pemerintah sudah semakin terorganisir. Berikut panduan dari KEMENKES untuk isolasi mandiri dan mendapatkan obat secara gratis https://isoman.kemkes.go.id/panduan .


Lakukan Pengobatan dirumah Selama Isolasi Mandiri

Menurut KEMENKES isolasi mandiri yang dilakukan untuk gejala ringan adalah 10 hari sejak timbul gejala ditambah 3 hari jika di hari ke-10 masih ada gejala.

Virus tidak bisa diobati dengan antibiotik melainkan dengan antivirus. Kemampuan sistem imun sel inang yang akan terinfeksi juga berpengaruh untuk melawan virus. Berhubung gejala yang saya rasakan termasuk ringan, saya konsumsi obat obatan yang mengatasi gejala diatas, seperti :

  • Paracetamol > 500mg banyak merk beredar di pasaran seperti sanmol, sumagesic, panadol, dan sebagainya.
  • Obat batuk kering, saat itu saya konsumsi Dextral, sedang suami saya batuk berdahak namun minum obat batuk menyebabkan semakin gatal jadi dia minum Acetylcysteine.
  • Pereda sakit tenggorokan, disini saya menggunakan obat FC throutces, dan konsumsi obat radang tenggorokan seperti methylprednisolone dan sejenisnya.
  • Untuk mengatasi tubuh yang terasa lemas dan mulut yang pahit saya makan buah kurma dan madu. Kurma bisa dimakan langsung, dicampur dengan susu boleh juga dicampur air tajin (air godokan beras sebelum menjadi nasi). Sedang madu biasanya di racik dengan air lemdon dan jahe ditambah air hangat.
  • Perbanyak vitamin C > 1000mg (pilih vitamin C yang aman di lambung), vitamin D, K, B-complex dan vitamin E. Merk multi vitamin yang beredar Becom C, Comvit C, Ester C.
  • Vitamin yang mengandung mineral seperti ( Zegavit, Hevit - plus, Becom- Zet, Blackmores multivitamin+minerals). cek disini lainnya 
  • https://youtu.be/HcSVARYkVds cara nafas dan latihan di rumah saat isoman

 



Usahakan tetap bergerak walau kondisi lemas, berjalan didalam rumah, lakukan ibadah. Berjemur dibawah sinar matahari pagi. 

Menerapkan prokes 3M meski didalam rumah ditambah, pisahkan alat makan, alat mandi. Jika dalam satu rumah hanya satu atau beberapa anggota keluarga yang positif , pastikan di isolasi di ruang terpisah.

Jika Kondisi Memburuk

Terbalik dengan saya yang kian membaik setelah seminggu, suami saya mengalami penurunan kondisi. Awalnya suami mengalami gejala sedang yang dirasakan seluruh badan bagian belakang nyeri luar biasa, sakit kepala (pusing) terus menerus, demam selama 5 hari dengan suhu tinggi (38 - 42 celcius). Mual dan muntah juga menyerang sehingga makanan tidak banyak masuk. Nyeri dada hebat tiap kali akan batuk dan saat batuk.

Setelah 5 hari isoman dirumah terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan intensif. Ia sempat menjalani pemeriksaan laboratorium untuk darah lengkap dan rontgen paru paru. Dari hasil tersebut ada pengentalan darah ini yang menyebabkan badan terasa sakit karena peredaran darah tidak lancar, selain itu infeksi mulai menyerang paru paru terlihat kabut putih dihasil rontgen.

Covid-19 Pada Anak dengan Gejala Khas (Anosmia)

Dibalik ujian yang menimpa kami tak henti bersyukur karena anak semata wayang yang berusia 6 tahun ini hanya mengalami demam selama sehari dan kehilangan fungsi penciuman secara sementara (anosmia) kurang lebih 8 hari. Selebihnya sehat dan dapat menjalankan aktivitas seperti biasa tanpa keluhan. Hanya itu yang Kei rasakan, selwbihnya dia sehat beraktivitas seperti biasa. 

Yang saya lakukan adalah:

✓ Cek suhu tubuh dan saturasi oksigen setiap pagi dan sore.

✓ Beri obat penurum panas dan obat flu yang biasa Kei minum.

✓ Pastikan makanan bergizi, telur, kurma, madu harus ada. 

✓ Vitamin untuk anak, selamancovid pilih yan mengandung Vit C, Vit D dan Zink tinggi.  dalam sehari saya beri 2 jenis vitamin sesuai dosis.vitamin C untuk anak, multivitamin bisa dari berbagai merk sakatonik ABC, Apialys, Champ dan lainnya. 

✓ Pastikan istirahat cukup, usahakan anak anak  tidur siang.

✓ Olahraga dan berjemur dibawah sinar matahari.

✓ Untuk mengatasi anosmia saya bantu dengan aromaterapi dengan essential oil dari Young Living.

Tahap Penyembuhan

Akhirnya jadwal untuk test swab PCR dari Puskesmas pun kami dapat dengan usaha setiap hari memberi update keadaan penderita. Dari nomor hotline pelayanan Puskesmas Kebon Jeruk akan ada petugas yang menghubungi penderita/keluarga. 

Isi form yang diberikan petugas lalu ikuti arahan selanjutnya, begitu pula untuk hasil test. Alhasil tanggal 9 Juli saya berhasil dinyatakan negatif namun tidak untukk anak saya.

Berhubung anak tidak bergejala atau hanya mengalami gejala ringan setelah 14 hari Isoman tidak perlu dilakukan PCR untuk kedua kalinya walaupun hasil PCR pertama masih positif. Semua itu berdasarkan SOP yang diberikan KEMENKES, informasi yang sama juga saya dapat dari pihak Puskesmas selesai isolasi bisa didapat dari petugas puskesmas nantinya.

sumber: instagram DKI Jakarta


Setelah isoman 14 hari virus yang ada didalam tubuh sudah tidak aktif hanya saja virus masih terdeteksi saat dilakukan PCR sehingga hasilnya bisa saja positif. Lakukan tambahan isolasi selama beberapa hari untuk tetap berada dirumah.

Oh ya mengenai indra pengecap dan penciuman yang belum kembali sedia kala saya bantu terapa dengan aroma biasa orang bilang aromatherapy. Saya disfusse essential oil dari Young Living setiap pagi dan malam. Untuk indra pengecap bisa kunyah bawang putih mentah, saya ambil ukuran kecil saja karena rasanya pedas dan menyengat di lidah dan setelah hancur dibuang. Kalau mau ditelan juga gak masalah sih, obat.

Semangat ya yang sedang berjuang sembuh, pasti sembuh.

Para penyintas C19 kita punya 1 poin plus sudah punya imun alami. Tinggal tambah booster dari vaksin. Semoga share ini bermanfaat

salam J


Sumber :

https://github.com/CSSEGISandData/COVID-19

https://covid19.go.id/peta-sebaran


Comments

Marantina said…
Lengkap banget ini mom.. syukur sudah sembuh ya. Ini sangat membantu deh tulisannya. Maunya sih ga kena covid ya, tapi harus tetep waspada. Semoga selanjutnya sehat-sehat terus ya, Mom Jul 🤗
Julia.K said…
sehat selalu ya mom ina dan keluarga
rahma said…
Lengkap informasinyaa...izin share ya...

Btw, sekarang ini di rumah emang mesti siaga segala macam peralatan dan vitamin ya. Aku skrg jadi rutin minum vit D dan zinc. Buat daya tahan juga.
Sangat bermanfaat tips untuk yang mengalami terpapar Covid. Praktis dan semuanya diikuti sesuai dengan prosedurnya.
nchie hanie said…
Rasa takut hal yang wajar ya, huuuu virus yang mematikan iniga pandang bulu siapapun bisa kena. Alhamdulillah ya udah sembuh kembali. Bener banget isoman di rumah dengan panduan di atas akan membantu, terutama latihan nafas, penting mengikuti prosedur2nya.
Semoga kita sebantiasa diberikan kesehatan ya.
Alhamdulilah sudah melewati masa yang berat ya?

Dan Alhamdulilah bisa menulis pengalaman berharga ini

karena sangat bermanfaat lho

seperti keemarin kakak saya terpapar virus Covid 19

kita semua bingung
Wah, Mbak Julia kena Covid juga. Saya ikut prihatin dengar respons bantuan untuk isoman ini datangnya terlambat. Kayaknya lebih cepet beli obat sendiri via ojek online deh.

Semoga Mbak Julia sekeluarga segera pulih dan bisa beraktivitas seperti sebelumnya ya..
Raja Lubis said…
Terima kasih sudah berbagi dan alhamdulillah sudah sembuh.

Mbak, dari semenjak sembuh (dinyatakan negatif) apakah ada gejala-gejala yang tersisa sampai saat ini?
adhealbian said…
Bisa jadi artikel yg membantu banget nih mba. Karena kebanyakan orang yg terkonfirmaso positive auto panik. Semntara justru harus lebih tenang. Dengan begitu kita kadi bisa lebih fokus apa yang harus dilakukan. Makasih mba ;)
Meriiy fitriie said…
Lengkap banget nih mbaa infomasinyaa, alhamdulillah mba sudah sembuh, tetap semangat terus mba, semoga pandemi ini segera usai, dan kita harus tetap jaga protokol kesehatan..
ulfah aulia said…
Akhirnya dah melewati masa perjuangannya dan sembuh ya mba. Tetap jaga kesehatan dan sehat selalu mba
Ning! said…
Alhamdulilah anak nggak mengalami gejala berat ya Mbak. Dan syukur juga sekarang sudah sembuh. Saya juga merasakan hal ini ketika suami terkonfirmasi positif covid, dan saya juga positif. Tapi alhamdulilah banget, anakku yanh masih 1 tahun waktu itu hasil PCRnya negatif.

Semoga kita selalu dalam lindungan Allah ya, amin :)
Fanni-FDA said…
Alhamdulillah yah Mom sekarang udah sembuh...

Semoga sehat-sehat terus yah sekeluarga dan terima kasih sharingnya mbak..bermanfaat sekali untuk saya yg awam sekali dengan covid 19 ini.
Banyak teman2 saya yg kena covid 19 daei gejala ringan sampai berat...semoga pandemi ini berakhir yah Mom.
Visya Al Biruni said…
Alhamdulillah semua sudah terlewati dengan baik ya Mbak.. indeed ya tahap eprtana adalah ikhlas, menerima semua ini sehingga bisa lebih mudah menghadapinya ')
eka fl said…
alhamdulillah ya udah sembuh, tetep jaga kesehatan walau sudah sembuh. pengalaman isomannya lengkap banget deh, bisa jadi referensi temen temen yang sedang isoman
Dee_Arif said…
Alhamdulillah klo sudah sehat ya mbak
pasti ini jadi pengalaman yang tak terlupakan
patut ditulis seperti ini, selain untuk pengingat juga bisa berbagi ya mbak
Terima kasih atas tulisannya kak. Dengan berbagai pengalaman seperti ini, jadinya pada tahu apa yang harus dilakukan. Alhamdulillah sekarang sudah sehat ya kak.
Evi Sri Rezeki said…
Bulan Juni juga bulan yang berat buat saya sekeluarga. Hampir semua kena covid dan puncaknya kedua Kakak saya meninggal.
Alhamdulillah sekarang yang lain sudah sembuh. Alhamdulillah Teteh sekeluarga juga udah sembuh ya :)
Julia.K said…
Innalillahi wa innailaihi rojiun turut berduka ya Mba Evi. Alhamdulilah kita sudah sembuh, kembali seperti semula.