Peran Guru dalam Wujudkan Generasi Berkarakter

Tak harus seseorang yang bertitel dan berprofesi sebagai guru untuk bisa mengajar, juga tak selalu dibayar mahal, tetapi Guru haruslah seseorang yang dapat menyampaikan nilai-nilai  integritas, rasa percaya diri, keingintahuan, serta dapat membentuk karakter seseorang yang diajarnya.

Rasa kagum, sesekali haru dalam hati tak henti mengalir selagi saya membaca laman koran elektronik (detik.com, September 2019) . Seorang prajurit TNI menjadi tenaga pengajar di Miangas, karena disana kekurangan guru. Miangas adalah pulau terluar indonesia yang terletak paling utara dekat dengan perbatasan antara Indonesia-Filipina.

Tenaga pengajar di perbatasan
Sumber : CNN Indonesia

Bagi saya seseorang yang mengabdikan dirinya sebagai penyebar ilmu itu sangat mulia. Terharu karena mereka sendiri harus berada jauh dari keluarga menjadikan tugas mengajar anak anak dan interaksi didalamnya sebagai pengobat rindu.
“Saya suka menjadi guru disini, tetapi sekaligus sedih karena prihatin dengan fasilitas dan sarana sekolah yang jauh berbeda dengan sekolah di daerah pusat pemerintahan”. Itulah kalimat Pak TNI yang saya kutip.

Mungkin sebagian dari kita berpikir, wajar saja mereka menyambi kerja sebagai tenaga pengajar toh disana sepi, tidak ada tugasnya.

Bukan itu yang ingin saya garis bawahi, tetapi pengajar tak selalu seseorang yang bertitel dan berprofesi sebagai guru. 
Guru tak selalu harus dibayar mahal untuk bisa menelurkan anak-anak didik yang berkualitas. Tetapi Guru haruslah seseorang yang dapat menyampaikan nilai-nilai  integritas, rasa percaya diri, keingintahuan, serta dapat membentuk karakter seseorang yang diajarnya.

Seperti Bapak-Bapak TNI diatas yang dengan suka hati mendidik anak-anak, dengan karakter dan kompetensi yang mereka miliki. 

Pelaku pendidikan seperti inilah yang harus ada di sekolah-sekolah di kota besar maupun daerah-daerah dekat maupun jauh dari pusat pemerintahan.

Karakter

Karakter atau watak adalah sifat batin yang memengaruhi segenap pikiran, perilaku, budi  pekerti, dan tabiat yang dimiliki manusia atau makhluk hidup lainnya (wikipwedia).

Karakter ialah nilai-nilai khas atau ciri khas pada diri seseorang yang terbentuk melalui proses pembelajaran. 
Unsur pembentuk karakter manusia; kebiasaan, kemauan, emosi, sikap dan kepercayaan. Faktor lingkungan dan orang sekitar juga berpengaruh pada pembentukan karakter diri seseorang.

Karakter pula yang diyakini dan dipergunakan seseorang sebagai cara pandang, pola berpikir, bersikap, berucap, serta bertingkah laku dalam kesehariannya.

Disinilah peran penting Orang Tua sebagai tripusat  pendidikan dalam membentuk karakter anak sejak dini terutama di usia emasnya. Kelak kepribadian Anak sangat menentukan kesuksesan dan kebahagiannya.

Karakter dan Pendidikan

Bagaimana Indonesia bisa maju jika sumber daya manusianya punya karakter enggan bertanggungjawab, watak yang lemah, munafik, dsb seperti disebutkan @mochtar lubis.

Negara yang maju, seperti Jepang, Singapura memiliki karakter SDM yang gigih, kerja keras dan bersaing. maka dari itu karakter bangsa ini harus dirubah seperti salah satu program yang diprioritaskan Bapak Presiden sejak periode lalu, Program Penguatan karakter (ristekdikti.go.id).

Pendidikan karakter merupakan proses pembentukan karakter yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, spiritualitas, dan kepribadian seseorang. Tujuannya dalah membentuk penyempurnaan diri individu dengan terus menerus melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik.

Sebagai pelaku pendidikan selain orangtua, anak didik dan birokrasi, Guru diharapkan bisa menciptakan peserta didik yang berkarakter. Guru dapat menumbuhkan rasa keingintahuan dan rasa percaya diri serta bisa menekankan setiap tindakan dengan berpedoman pada nilai normatif.

Seperti yang disampaikan Bapak Ade Erlangga selaku Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat,  pada acara temu blogger di Pekan Perpustakaan Kemendibud 2019.



Tak hanya sebagai penyampai materi pelajaran dan  pemberi nilai. Guru diharapkan memiliki karakter, Guru juga harus menjadi fasilitator dalam membantu Anak didik mencapai target pembelajaran.
tak hanya kesejahteraan guru yang digadang-gadang untuk diperhatikan tapi kualitas dan  karakter juga harus ditingkatkan.

Peran penting seorang tenaga pengajar bernama Guru, Ia harus bisa mentransfer knowledge dengan gaya dan caranya (karakter), Guru pulalah yang dapat  menumbuhkan rasa  kasih   dan  sayang antara murid muridnya layaknyadan teman sekolah ( Afeksi ) ,  Dan di lembaga bernama sekolah, Guru Dan anak didik dapat melakukan  aktivitas fisik yang berkaitan dengan proses mental dan psikologi,(Psikomotorik) seperti bermain sambil belajar.

Inilah peran Guru yang tidak dapat digantikan oleh teknologi seperti guru digital, portal belajar, dsb.
Kemajuan teknologi membantu pelaku pendidikan mendapat Ilmu pengetahuan dan cara belajar yang
Lebih mudah , menyenangkan dan canggih tentunya.

Pendidikan dan Teknologi

Dalam upaya memaksimalkan implementasi pendidikan di dunia teknologi, Hasan chabibi selaku Kepala Bidang Pengembangan Teknologi Multimedia dan Website Kemendikbud, memperkenalkan portal pembelajaran milik Kemendikbud. Rumah belajar, namanya, sebuah portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar dan fasilitas komunikasi serta interaksi antar komunitas. Rumah belajar ditujukan untuk pelaku pendidikan.

Tak pernah terdengar sebelumnya, karena sejak di ciptakan delapan tahun lalu Rumah belajar hanya dapat diakses via website. Tapi mulai tahun 2018 Rumah belajar mulai dikembangkan dengan android base. Kini sudah dapat diunduh di playstore dan gratis.




Fitur rumah belajar

Sumber Belajar
Menyajikan materi ajar bagi siswa Dan guru berdasarkan kurikulum.


Buku sekolah elektronik
Menyediakan buku sekolah mulai dari Jenjang SD, SMP, SMA Dan SMK dengan standar nasional.



Bank Soal
Menyediakan soal-soal Latihan Yang dikelompokan berdasar topik ajar. Tersedia juga soal latihan ulangan dñan soal latihan Ujian. Tersedia untuk Sekolah dasar, SMP,SMA, SMK, SLB.


Laboratorium Maya, Kelas Maya dan masih banyak lagi fitur lainnya, semoga semakin banyak para pelaku pendidikan yang mengakses Rumah Belajar.

Dengan begitu rumah belajar dapat terus berkembang dan terus berevolusi  mengikuti zamannya.

#rumahbelajar
#portalbelajar
#aplikasibelajar
#kemendikbud

Peran Guru dalam Wujudkan Generasi Berkarakter Peran Guru dalam Wujudkan Generasi Berkarakter Reviewed by Julia.K on 10.12.19 Rating: 5

17 comments:

  1. Menarik sekali ini, Kemendikbud berinovasi dengan menyediakan portal Rumah Belajar yang fiturnya lengkap sekali. Pasti bisa membantu para siswa dan guru juga orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran generasi penerus bangsa kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ternyata Ada portal belajar resmi Dan tak berbayar. Semoga anak anak generasi penerus dapat terbantu dengan portal ini

      Delete
  2. ortuku punya 3 anak. dari 2 anaknya berbesan dg guru. salah satunya mertuaku. kakak ipar jg jadi guru. aku jadi ngerti gimana rasanya dibesarkan oleh ortu guru. mendidik anak di rumah sukses, begitu pula mendidik anak di sekolah.

    semoga semakin banyak guru di negara kita yg mendidik generasi penerus bangsa menjadi generasi yg berkualitas :)

    ReplyDelete
  3. Mulia sekali Pak TNI itu ya, Mbak. Dan harusnya hal inilah yang mendapat perhadian pemerintah. Seperti yang dikeluhkan beliau, kalau fasilitas sekolah sangat tidak memadai. Berbeda jauh sekali dengan sekolah-sekolah di kota besar. Kalau sudah begini, jelas terlihat ketimpangan sosial.
    Dan ini, perlu sekali juga adanya perpustakaan. karena kalau daerah terpencil, biasanya minim fasilitas, termasuk internet. Semoga fasilitas pendidikan di Indonesia semakin merata, agar pendidikan berkualitas bisa dirasakan oleh semua anak Indonesia. Aamiin.

    ReplyDelete
  4. Sekolah di daerah memang kebanyakan kurang sarana dan prasarana. Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kondisi itu. Jangan menyamaratakan dengan sikon di desa dengan di kota. Kami yg di desa yang terseok-seok ketika ada aturan sekolah seperti di sekolah kota...

    ReplyDelete
  5. Contoh guru yang nempel di kepalaku adalah bu Mus dalam film Laskar Pelangi. Semoga sekolah lain bisa meniru ya meskipun fasilitasnya ga memadai

    ReplyDelete
  6. Saya lulusan pendidikan kak tapi sekarang ngajar anak aja dulu gatau kapan kerja lagi atau ngajar lagi he tapi saya selalu berdoa agar guru dan pendidik selalu bahagia dan sejahtera, salam kenal

    ReplyDelete
  7. Bapak saya juga dulu guru, gaji ngak besar tapi saya liat sendiri bagaimana beliau berdedikasi pd dunia pendidikan. Saya juga dulu guru tapi guru les aja hehhehe

    ReplyDelete
  8. Setuju sekali, seorang guru memang harus memiliki karakter yang baik agar anak didiknya juga ikut baik, karena sekarang banyak orang cerdas tapi kurang orang baik.

    ReplyDelete
  9. Setuju banget, guru harus lebih kreatif, inivatif dan berkarakter
    Teknik mengajar juga harus menyesuaikan dengan perkembangan jaman
    Ngajar anak didik 5 atau 10 tahun yang lalu tentunya beda dengan anak jaman sekarang
    Makanya guru harus melek teknologi

    ReplyDelete
  10. Sekarang, belajar pun bisa digital ya, semakin mudah untuk mengakses informasi belajar.

    ReplyDelete
  11. Mendidik itu sulit. Saya mendidik 2 anak kandung saja bisa jungkir balik karena masing-masing punya karakter berbeda. Apalagi para guru yang setiap hari berhadapan dengan berbagai macam karakter. Salut sama duru yang mau bersabar bahkan dicintai muridnya

    ReplyDelete
  12. Mbok, saya bahkan baru dengar daerah Miagas, saking terluarnya ya.
    Dulu waktu kecil saya agak sombong, menganggap guru itu biasa saja.
    Setelah punya anak, suer banget saya kagum ama para guru, anak saya bisa pandai ini itu karena guru :)

    ReplyDelete
  13. menjadi guru itu ga mudah memang, apalagi zaman sekarang
    semoga guru-guru diberi kesehatan untuk mendidik anak-anak menjadi berkarakter

    ReplyDelete
  14. Wah mantap kemendikbud punya aplikasi belajar yg bisa diunduh gratis...belajar jd makin mudah n murah

    ReplyDelete
  15. Eh, portal belajar resmi dari pemerintah yang gratis ya lah bisa dimanfaatkan ini daripada ikut yang berbayar lebih baik kan yang gratisan

    ReplyDelete
  16. Salut saya dengan bapak-bapak TNI tersebut. Sering sekali dengar di wilayah perbatasan memang minim sekali tenaga pengajar. Dan untuk menjadi seorang pendidik itu mesti miliki kesungguhan dan rasa pengabdian yang lebih.oleh karenanya tak heran jika pepatah mengatakan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa

    ReplyDelete

Powered by Blogger.